Aopok.com - Selesai sudah meeting 4 hari. Walaupun penuh dengan diskusi dan argumen, tapi bisa membantu menyelesaikan Masalah-masalah yang ada. Kami tutup dengan dinner bersama. Tidak ada yang istimewa. Akupun kembali ke hotel berbintang tempat menginap selama di Jakarta, di bilangan Gatot Subroto. Sebenarnya bisa saja kembali dengan pesawat pertama besok pagi, tapi ada keinginan mengusik yang hadir sejak aku tiba. Aku ingin memperpanjang Masa tinggal hingga akhir pekan.
Kubuka lagi agenda, di bagian alamat kutemukan namanya lengkap dengan nomor HP. Aku masih ragu-ragu Kulirik jam tangan, tidak terlalu malam, masih pukul 11. Terkenang kembali bagaimana kami berkenalan. Aku (28) yang suka iseng menulis di sela-sela kesibukan pekerjaan, suatu saat mencoba mengirimkan cerita ke 17Tahun.com. Malu sebenarnya, karena tidak pandai menulis, tapi ingin juga mencoba menuangkan pengalaman ke dalam sebuah cerita. Hasilnya, aku banyak menerima email-email, tentu saja banyak yang nakal.Dari banyaknya email, Dio yang paling sering menulis dan membalas email-emailku yang kadang hanya sepatah dua kata. Dio (38) adalah seorang Deputy Creative Director di sebuah advertising agency di Jakarta. Bahkan Dio pun mengirim ceritanya ke 17Tahun.com. Sempat kubaca hasil karyanya ‘Bandung Lautan Birahi’, yang memang penuh dengan birahi, salah satu pengalaman nyata. Setidaknya itu pengakuannya. Aneh sebenarnya, kami berdua sama-sama sibuk tapi tetap bisa punya waktu menulis dan berkirim email. Malah sempat saling bertukar foto.
Hhmm.., nelepon nggak ya. Kalau aku telepon, kemalaman nggak ya, tapi kalo ngga, sayang udah di Jakarta, kapan lagi. Apalagi kalau aku benar-benar akan pulang besok pagi. Sambil terus berpikir, tanganku memegang gagang telepon. Ah sudahlah kutelepon, mungkin malah lagi sibuk atau nggak ada yang angkat. Bunyi sambungan telepon semakin membuatku gelisah. Linenya nggak sibuk. Akhirnya..
“Halo..”, suara pria di sebelah sana menganggetkanku.
Antara percaya dan tidak. Aku jadi bingung.
“Halo..”, terdengar lagi
“Selamat malam. Nngg.., Ini dengan Dio?”, akhirnya keluar juga pertanyaan itu sambil berusaha terdengar kalem..
“Iya, dengan siapa ini?”,
“Mm.., Cleo”, sambil menggigit-gigit bibir bawahku.
“Cleo? Yang bener. Kok nomornya, nomor Jakarta. Kamu ada di Jakarta?”, terdengar kekagetan di suaranya.
Terkait
“Iya, Pa kabar?”, aku mulai bisa menguasai diri
“Baik. Pa kabar juga? Kok nggak cerita-cerita sih kalo akan ke Jakarta?”.
“Hehe.., mau bikin surprise”, jawabku asal-asalan.
“Ohh.., gitu ya. Trus sampai kapan? Ketemu dong..”,
“Sampai hari ini. Besok pulang”
“Lho kok cepet. Ketemu dong, Cleo..”
Aku masih bimbang. Iya, ga, iya, ga..
“Halo.., masih di situ? Ayo dong, pleasee..”, suaranya benar-benar memelas, bikin aku tersenyum.
“Ok then. Temui aku besok malam di cafe di bawah ya”, ujarku sambil menyebutkan nama hotel tempatku menginap dan cafe yg kumaksud.
“Ok, sampai ketemu besok”, kudengar nada puas dan senang di seberang sana. Wajib baca!

0 Response to "Cerita Di Entot Cleo Sambil Nulis 1"
Posting Komentar