Aopok.com - Tak ada yang kuberi tahu seorang pun, tentang hilangnya keperkasaanku. Dan untuk memastikan kelainanku, seminggu kemudian aku mengunjungi sebuah lokasi prostitusi yang cukup jauh dari kotaku. Tepatnya di daerah Cianjur. Aku ingin lebih meyakinkan lagi keadaanku. Nafsu sexualku tetap menggebu-gebu. Tapi buat apa, jika tak mampu melakukannya. Sungguh sangat tak berarti. Memalukan..
Tanpa banyak basa-basi lagi, kupilih seorang wanita yang sesuai dengan seleraku. Montok, cantik, putih dan mulus. Tak kutanya nama dan hal ikhwalnya menjadi seorang WTS. Aku langsung saja menggumul tubuhnya. Saling berpagutan bibir, sambil melepaskan pakaian masing-masing. Dorongan birahiku sangat kuat.
Dengan penuh nafsu, kubaringkan tubuhnya. Lalu kutindih tubuhnya yang sudah telanjang bulat. Kontan saja, vagina-ku menyentuh pahanya. Kurasakan lagi desakan kuat dari dalam tubuh, yang menjalar pada penis-ku. Jangankan untuk memasukan pada vagina-nya. Baru menyentuhnya juga, aku tak tahan menahan kuatnya arus air mani. Sehingga.. cret.. cret.. maniku muncrat pada perutnya. Lalu aku terkulai lemas.
Dia tersenyum geli, sambil membersihkan penis-ku dengan handuk. Betapa malunya aku. Senyumnya seakan menertawakan aku. Membuat aku cepat-cepat mengenakan pakaian lagi, lalu membayarnya. Kalau saja aku tak malu, mungkin aku sudah berteriak. Aku tak kuasa menerima keadaan seperti ini. Aku benar-benar mengalami ejakulasi dini.
*****
Aku benar-benar tersiksa dengan keadaan seperti ini. Seperti pada suatu hari, ketika aku berkenalan dengan seorang artis panggung. Noni namanya. Seorang janda beranak satu, yang kabarnya suka menjual diri juga. Dan memang kabar itu tidak terlalu meleset. Buktinya dia mulai menggodaku, ketika pada suatu malam mengunjungi tempat tinggalnya. Tentu saja aku melayaninya, sebab aku pun sudah terangsang sejak awalnya bertemu. Terlebih pakaian yang dikenakannya begitu serba mini. Sehingga belahan buah dadanya yang bulat dan besar, terlihat dengan jelas. Pahanya yang montok pun, seperti sengaja dipamerkan, dengan mengenakan rok yang sangat mini.
Sekitar jam sembilan lewat limabelas menit. Anaknya yang baru berusia lima tahun, sudah terdengar suara dengkurnya di dalam kamar. Aku hanya berduaan di ruangan tamu. Duduk di kursi dengan posisi berhadapan. Buah dadanya kian menantangku.
“Saya mau permisi dulu, Mbak” Kataku dengan nada memancing. Ingin memastikan sikapnya.
“Kenapa buru-buru? Tenang saja. Mau nonton film yang baru?” begitu katanya sambil beranjak dari kursi, menuju sebuah televisi. Lalu tangannya membuka laci, dan seperti mencari-cari sesuatu. Tak lama kemudian mengambil sebuah kaset VCD.
“Ini rame, lho” Katanya lagi, sambil menyalakan VCD, yang tersimpan di pinggir TV-nya. Lalu menyetelnya tanpa ragu lagi. Kukira film nasioanal. Ternyata sebuah film semi blue yang sejak awal, sudah mengeksploitas sexual. Kontan saja nafsu birahiku lebih membara. Kulihat gordeng jendelanya sudah tertutup rapi. Tapi mataku tertuju pada daun pintu. Noni pun seperti yang mengerti. Dia menuju ke arah pintu, lalu menguncinya.
Terkait
Sungguh berani sekali Noni. Dia langsung duduk di sebelahku, dengan merapatkan tubuhnya. Tatapan matanya sudah tak asing lagi. Sebuah ajakan untuk melakukan hubungan sex. Senyumannya membawa bibirku untuk melumat bibirnya. Kami saling bercumbu dengan penuh gairah birahi. Tayangan film pun tak dihiraukan lagi. Aku lebih asik menikmati adegan yang nyata. Buah dada yang sejak awal hanya kulihat, kali ini bisa kuremas-remas dan kujilati dengan lidahku. Betapa nikmatnya permainan ini. Sudah kubayangkan, goyangan pantatnya akan sangat lincah. Sebab aku pernah menyaksikan goyang pinggulnya di atas panggung. Pantatnya berputar begitu indah. Dan kini, aku tinggal menunggu saatnya yang akan segera tiba. Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Desahan Nafsu Gadis Hyper Sex 2"
Posting Komentar