Aopok.com - Kontak seksual lain yang kami lakukan sebelum menikah adalah petting. Abang yang memulai mengurangi pakaian yang dikenakan ketika petting. Semula ia mengatakan bahwa kemaluannya agak sakit bila mengenakan celana panjang, ia kemudian hanya mengenakan celana dalam ketika petting, semakin lama, ia memintaku untuk mengganti celana panjang dengan celana pendek, dengan alasan lebih enak dan tidak panas. Biasanya kalau kami berduaan, aku langsung mengganti celana pendek, juga bila aku ke tempat kost Abang karena aku membawa celana pendek, atau menggunakan celana pendek Abang. Selain lebih enak, juga biar dapat dengan segera melayani Abang tanpa harus menunda gejolak dengan mengganti celana dulu. Biasanya nafsuku dapat langsung hilang bila ada sesuatu yang menunda. Lama-kelamaan aku mulai melepas celana pendek dan hanya menggunakan celana dalam saja. Hal ini kulakukan selain aku semakin sayang dan percaya sama Abang, aku lebih senang karena sentuhan kulit dengan kulit semakin terasa.
Suatu kali, ada pengalaman yang sangat menarik, yaitu ketika itu siang hari, dan kami ingin tidur siang bersama (benar-benar tidur). Abang mengatakan bahwa ia ingin membuka celana dalamnya, hal ini memang kebiasaan Abang tidur. Dia mengatakan bahwa Abang punya kebiasaan membuka celana sama sekali ketika tidur. Waktu itu aku tidak percaya, dan tidak mengerti mengapa, aku mengira bahwa Abang mengada-ada. Saat itu aku hanya bilang terserah Abang, dan aku segera masuk selimut dan berbaring miring memunggungi Abang. Tidak lama kemudian Abang berbaring sambil memelukku dari belakang. Aku pegang tangannya, Tidak seperti biasanya, ketika kakiku bergerak, ada perasaan aneh di sekitar pahaku (aku hanya mengenakan celana pendek waktu tidur saat itu). Ada seperti menyentuh rambut halus, dan ada seperti benda Aneh. Aku sukar menggambarkannya, akan tetapi aku berpikir, pasti itu adalah alat kelamin Abang. Aku kaget sekali, dan aku langsung bertanya ke Abang, apakah dia jadi membuka celananya. Abang mengiyakan. Aku terheran-heran.
Kemudian Abang bercerita tentang kondisi kemaluannya, ia bercerita bahwa ia disunat dan seterusnya. Pada waktu itu yang menarik adalah bahwa Abang menawarkan untuk memperlihatkan kemaluannya kepadaku. Aku saat itu sebetulnya ingin sekali melihat, akan tetapi malu untuk memintanya. Abang sepertinya tahu, lalu aku diminta berbaring di dadanya, (aku suka sekali berbaring di dadanya) dengan kepala menengok ke arah kakinya (bayangkan apabila anda bersama pasangan anda berjalan berdua, lalu tangan laki-laki merangkul, seperti itulah kami berbaring, tapi saat ini kepalaku bertumpu pada dadanya), lalu Abang menyingkapkan selimut yang menutupi kemaluannya, dan dari balik selimut aku melihat benda yang belum pernah kulihat (live show) sebelumnya, kelamin pria dewasa.
Aneh rasanya melihat kelamin pria, aku sama sekali tidak terangsang, namun aku tertarik sekali dan ingin melihat lebih jelas. Lalu dengan masih berbaring, Abang menjelaskan kepadaku bagian-bagian, nama-namanya, gunanya dan lain-lain. Ia juga memperlihatkan luka bekas sunat. Ia menceritakan banyak tentang alat kelaminnya. Aku senang sekali mendapatkan pengetahuan baru tentang seksualitas. Alat kelamin pria! Saat itu alat kelamin Abang kulihat jelek sekali, keriput hitam dan ada urat-uratnya, ditambah lagi rambut keriting yang ada di sekitar batang hitam itu. Aku sama sekali tidak tertarik secara seksual melihat kemaluannya.
Terkait
Abang juga menawarkan kalau ingin menyentuh alat kelaminnya. Aku sedikit bingung, antara mau tahu, malu dan juga agak jijik. Aku hanya menutupkan mata dan menggidikkan wajah. Abang seakan tahu bahwa aku sedang bimbang, maka dia memegang tanganku, dan dibimbingnya tanganku ke kelaminnya. Saat itu tanganku terkepal kuat, namun Abang tetap menyentuhkan jariku ke kelaminnya dengan lembut. Ada suatu yang lembut kurasa di jari-jariku. Perlahan kubuka kepalan tangan, dan Abang tidak lagi memegang tanganku dengan kuat, tapi memegang dengan lembut dan membimbing tanganku menyentuh kelaminnya. Aku pun pelan-pelan mulai melihat tanganku yang sedang menyentuh alat kelaminnya. Aneh, benda jelek seperti ini mempunyai kulit yang sangat lembut. Di dalam scrotum-nya tampak dua bola yang bergerak-gerak. Lanjut baca!

0 Response to "Kisah Seks Pengalaman Istri Berburu Kontol 2"
Posting Komentar