Aopok.com - “Ssff.. wwuhh..”, desahnya tertahan.
“Cleo, can I touch yours?”, nadanya sangat berharap.Aku sendiri sudah lapar dengan sentuhan lelaki.
“Sure.., my pleasure”
“Oohh.. so wett..”, jarinya mulai menjamah klitoris dan vaginanya dari balik CD.
Aku menggelinjang keenakan. Bikin penasaran, semakin menambah gerakan badanku, menggesek-gesek lebih cepat. Sedangkan tangannya yang lain meremas-remas dadaku. Tanganku bertumpu di lututnya. Nafasnya kudengar berubah penuh nafsu birahi. Aku nggak tahan lagi. Kubalikkan badanku. Terbawa gairah yang membara, kujilat mukanya.Tak beraturan. Kukecup, kujilat. Tak kupikirkan lagi. Aku ingin melepaskan hasrat seks yang telah terbenam lama.
Dio ikut terbawa nafsuku, “Lick me..lick me..”, di tengah-tengah jilatanku.
Kujilat kupingnya, kugigit perlahan. Aku isap sekeras-kerasnya. Kujilat bibirnya tanpa mencium. Bergerak-gerak nakal..
“Go down.. go down girl ..”, pintanya semakin bergairah
Aku jilat lehernya dengan penuh nafsu. Semakin turun, kujilat dadanya. Gigit kecil putingnya.
“Ssff.., Cleoo.. aaugghh.. more.. moree”
Kujilat juga perutnya. Semakin ke bawah, masih ada celana panjang mengganggu keasyikkanku. Sambil berlutut, kubuka secara acak, tergesa-gesa, terburu-buru, ingin segera mendapatkan yang ada di baliknya. Kubuka juga CD nya. Woowww.., sudah membesar dan mengeras. Aku teruskan menjilat. Jilatanku tidak langsung ke batangnya. Kujilat halus bawah perutnya. Kuangkat batangnya, dekatkan ke perut. Kujilat buahnya. Kukulum halus, kubiarkan di dalam mulut tanpa hisapan.
“Aaghh..”, jerit Dio keenakan.
Kubuka kakinya lebih lebar. Kujilat terus buahnya.
“Uuhh..”, Dio mendesah sambil mengelus-elus rambutkku.
“Want me to lick your dick?”, tanyaku dengan tatapan birahi
“Pleassee..”
Kuambil batangnya, kujilat sehalus mungkin. Kunikmati centi demi centi.
“Auwww.., so warmm..”
Kujilati belahan kepalanya. Kembali ke batang. Puas sudah menjelajahi, jilatanku berubah menjadi jilatan rakus. Kujilat kacau, kumasukan batangnya dalam-dalam ke mulut.
“Aauugghh..”
Keluar, Masuk, keluar, Masuk, keluar, Masuk.
Terkait
“Suck it.. suck it..”, pintanya
Permintaannya malah membuatku garang, kuisap sekeras-kerasnya. Serakus-rakusnya.
“Goodd.., ” Dio semakin terhempas ke alam kenikmatan.
Dipegangnya kepalaku. Kuikuti maunya. Kubiarkan dia menyetir kecepatan keluar Masuk. Ditekan-tekannya. Semakin lama semakin masuk menyentuh dinding belakang mulutku.
“Yeaahh.., ” Dio semakin tergila akan gerakannya sendiri.
“Sshh.., STOPP! I’m going to cum in your mouth!”
“Pleasee pleasee pleasee..”, aku merengek ingin terus.
“Allrightt.., another minute”
“Pleassee..”
“You want it..here!I fuck your mouth..”
Dio semakin mempercepat tekanan tangannya di kepalaku. Didorong-dorongnya. Kuusahakan lidahku juga bergeser di batangnya. Oouughh.., nikmatnya. Semakin lama semakin basah mulutku, ludahku berjatuhan keluar dari mulut. Gerakan tangannya di rambutku juga semakin tidak beraturan. Lanjut baca!

0 Response to "Cerita Di Entot Cleo Sambil Nulis 2"
Posting Komentar