Aopok.com - Sudah dua tahun lebih sejak kekasih gay-ku dari Kansas, Lynn Kent, meninggal dunia. Lynn dan saya sudah berpacaran jarak jauh selama 8 bulan. Kami bahkan berencana untuk menikah secara gay. Tapi kini dia sudah tiada (Parahnya lagi, semua emailnya rusak karena virus). Tapi setidaknya saya masih memiliki foto dirinya, selembar uang $20, dan celana dalamnya yang penuh bercak-bercak sperma. Hanya ketiga benda itulah yang dapat mengingatkanku padanya. Ada banyak hal yang masih kuingat tentang dirinya dan apa yang kami bicarakan di dalam email. Salah satunya adalah fantasi mesumnya tentang kami. Saya harus menambahkan bumbu agar cerita ini menjadi agak panjang dan para pembaca tidak bosan. Meksipun hal ini agak menyakitkan tapi saya ingin berbagi saat-saat indahku bersamanya dengan kalian para pembaca.
*****
Akhirnya setelah menunggu bertahun-tahun, Lynn dan saya akhirnya dapat hidup bersama di rumahnya yang sederhana, di suatu tempat di Kansas. Saya selalu merasa sangat beruntung dapat hidup bersama Lynn, sebagai kekasihnya. Jarang sekali terdapat seorang gay yang ingin berkomitmen. Hebatnya lagi, Lynn itu biseksual; dia bisa menikah dan berpura-pura straight. Tapi dia lebih memilih hidup sebagai gay, denganku. Bagaimana saya tidak mencintainya? Meskipun usia kami bertaut 7 tahun, kami tetap cocok; usia bukan halangan. Wajahnya pun tampan dan rupawan, setidaknya bagiku. Lynn selalu menjaga agar rambut coklatnya selalu nampak pendek dan cepak. Lynn memang tidak sekekar para model sampul majalah fitnes, tapi saya tetap mencintainya. Bagiku, hanya ada dia seorang.
Pada suatu hari, di antara sekian banyak hari-hari bahagia yang kami arungi bersama, Lynn sedang duduk bersantai di ruang tamu. Satu-satunya pakaian yang melekat di tubuhnya hanyalah celana dalam putih model briefs; kontolnya nampak jelas tercetak. Saya sendiri baru saja mandi, butiran-butiran air masih menempel di tubuhku yang lembab. Melihatku berjalan keluar dengan mengenakan handuk, Lynn memanggilku dengan mesra. Tatapan matanya sangat genit dan bernafsu. Saya tahu apa yang dia inginkan. Kontolku mulai naik, membayangkan apa yang akan dia lakukan terhadapku nanti. Dengan bersemangat, kudatangi dia.
“Endy, sayang, kamu nampak seksi sekali hari ini. Tahukah kamu bahwa cintaku padamu bertambah setiap hari? Saya merasa sebagai pria terbahagia di seluruh dunia ini, karena saya memilikimu. Saya senang membuat pria-pria lain iri hati. Biarkan mereka menggigit jari mereka sebab kau adalah milikku seorang. Saya mencintaimu, Endy,” katanya, menatapku dengan penuh cinta.
Lynn memang pria romantis. Dia tak pernah bosan mengatakan betapa dia sangat mencintaiku, dan saya pun tidak bosan mendengarkannya. Dengan manja, saya duduk di samping sofanya. Tanganku bergelayut manja di lehernya, kepala kami saling menempel.
Terkait
“Lynn, saya tahu betapa kamu mencintaiku. Saya juga sangat mencintaimu. Tanpamu, saya akan hancur. Hanya kamu seorang yang kucintai.”
Bibir kami pun kemudian saling menyatu, lapar akan ciuman dan kasih sayang. Lidah kami bertautan, mencari cinta. Kedua tangan kami saling meraba tubuh, mencari kehangatan.
“.. Ooohh.. Lynn.. Saya mencintaimu, sayang.. Aaahh..” Lanjut baca!

0 Response to "Viral Kenangan Lynn Selalu Nusuk Lobang Anal Ku"
Posting Komentar