Explore Zona Dewasa

Kisah Ngentot Semua Lobang Bersama Agen Asuransi 2

 Aopok.com - Vera memandangku dan mengangguk ketika kepalanya ada di atas selangkanganku. Aku juga mengangguk. Aku memang tidak pernah meminta wanita yang kutiduri untuk melakukan oral sex. Aku sendiri tidak terlalu suka melakukan oral sex pada setiap wanita. Ada type-type wanita tertentu yang kuberikan service khusus ini. Jika mereka mau melakukannya biarlah mereka yang berinisiatif. Kepalanya kemudian bergerak ke bawah. Ia mengisap-isap buah zakarku dan menjilatinya sampai ke titik 2 cm di dekat anusku. Aku baca titik itu adalah titik Kundalini. Aku tidak tahan dengan perlakuannya. Kututup mukaku dengan bantal. Kugigit bibir bawahku sampai terasa sakit.


Tiba-tiba meriamku seperti kena setrum yang besar ketika lidah Vera menjilat kepalanya. Secara refleks kukencangkan otot perutku sehingga meriamku juga ikut bergerak-gerak. Punyaku memang tidak terlalu besar. Rata-rata saja untuk ukuran umum, namun ternyata beberapa wanita yang pernah merasakannya sangat puas. Kulepas bantal yang menutup mukaku dan kubuka mataku. Kulihat Vera dengan asyiknya menjilat, menghisap dan mengulum meriamku. Kadang-kadang ia melihat ke arahku dan tersenyum kecil. Aku terpekik kecil setiap lidahnya yang runcing menjilat lubang kencingku. Syaraf-syarafku di sana terasa mau putus.

Vera melepaskan kepalanya dari selangkanganku dan tangannya melepas celana dalamnya sendiri dengan cepat. Kembali bibirnya menyambar bibirku. Kubalas dengan ganas dan kudorong lidahku menggelitik rongga mulutnya. Lidahku kemudian diisapnya dengan kuat. Aku hampir tersedak. Tangannya mengembara ke selangkanganku dan kemudian meremas dan mengocok meriamku. Meriamku semakin tegang dan keras.

“Ouououhhkk.. Puaskan aku. Berikan aku kenikmatan” ia memekik tertahan.

Tidak lama kemudian tangannya memegang erat meriamku dan kurasakan pantat dan pinggul Vera bergerak-gerak menggesek meriamku. Dan kemudian.. Blesshh. Kepala meriamku masuk ke dalam gua kenikmatannya. Terasa lembab namun masih kering dan sempit. Kurasakan dinding guanya berdenyut-denyut meremas kemaluanku.

“Akhh.. Oukkhh” Vera mendongakkan kepalanya dan kujilati lehernya yang berada di depan wajahku. Ia terus menggoyangkan pantatnya sehingga sedikit demi sedikit makin masuk dan akhirnya semua batang meriamku sudah terbenam dalam guanya.

Vera menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di sampingku. Pantatnya bergerak maju mundur untuk menangguk kenikmatan. Kadang gerakannya berubah kadang menjadi ke kanan ke kiri dan kadang berputar-putar. Sesekali gerakannya menjadi pelan dan pantatnya naik agak tinggi sehingga hanya kepala meriamku berada di bibir guanya dan bibir guanya kemudian berkontraksi mengurut kepala meriamku. Kemudian ia hanya pelan menggesek-gesekkan bibir guanya pada kepala meriamku sampai beberapa kali dan kemudian dengan cepat ia menurunkan pantatnya hingga seluruh batang meriamku tenggelam seluruhnya. Ketika batang meriamku terbenam seluruhnya badannya bergetar dan kepalanya bergoyang ke kanan dan kekiri. Napasnya mulai tersengal-sengal dan memburu.

Kunaikkan punggungku dengan bertopang pada siku. Kuisap puting buah dadanya yang sudah membatu. Gerakannya semakin liar dan berat. Tanganku kini memeluk punggungnya seolah-olah seperti menggantung pada badannya. Kulengkungkan bagian atas tubuhku mendekat ke tubuhnya. Berat badanku kutumpukan pada punggungku.

Tangannya yang menahan berat badanya kemudian dilepaskan dan memeluk diriku rapat-rapat. Kini gerakannya pelan namun sangat terasa. Pantatnya naik ke atas kadang sampai meriamku lepas, namun kemudian ia menurunkan lagi dengan pelan dan kusambut dengan gerakan pantatnku ke atas. Kembali meriamku menembus guanya, guanya berdenyut sehingga seluruh batang meriamku mulai dari pangkal hingga ke ujung seperti diurut. Baru kali ini aku merasakan denyutan dinding vagina yang begitu kuat. Ada beberapa wanita yang bisa melakukannya namun kali ini benar-benar luar biasa. Melebihi wanita Madura yang pernah kurasakan. Aku sendiri belum mengerahkan otot kemaluanku untuk berkontraksi, kubiarkan saja sampai ia mencapai puncak terlebih dahulu. Wajib baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Ngentot Semua Lobang Bersama Agen Asuransi 2"

Posting Komentar