Aopok.com - Saat itu aku diajak oleh temanku Angga ke Disko. Aku memang baru sekali hingga aku kaget saat melihat pasangan cowok-cewek saling berpelukan dalam cahaya temaram ditengah hingar-bingarnya musik rock and roll. Kami cuma minum softdrink saja. Malam makin larut dan akhirnya pasangan yang melantai makin berkurang.
“Pulang Ngga?” tanyaku.
“Ntar. Tunggu dikit lagi. Ada acara istimewa yang oke nih.” katanya.
Aku menunggu, dan tanpa kusadari saat itu yang ada cuma cowok semua, dan memenuhi meja yang ada. Dan muncullah para pelayan yang semuanya cowok bertelanjang dada dan hanya mamakai CD yang tampak seksi. Ada yang tampak pinggulnya utuh dengan tali kecil di tengahnya, dan ada yang tertutup pinggulnya. Mereka melayani pesanan sambil menebarkan senyum manisnya. Semua muda-muda dan berotot. Ada yang rambutnya tergerai dan ada yang cepak seperti ABRI, ada yang putih, kuning dan kehitaman. Kulihat beberapa tamu memberikan tips sambil mendapat imbalan kecup dari para pelayan.
“Wuih, gila..” dalam hatiku.
Batang kemaluanku mulai mengeras.
“Ngga, kok gini?” tanyaku.
“Kau mau yang mana, Tom?” tanya Angga.
“Yang gondrong itu aja.” kataku karena aku terangsang sama pinggulnya yang bulat menonjol dan terbuka bebas. Angga memilih yang putih bersih. Rupanya dia memilih yang batangnya gede.
Setelah melayaniku, ia memberikan secarik kertas kecil bertuliskan nomor 13.
“Ini nomor apa Ngga?” tanyaku.
“Nomor ruang pribadinya. Ke sana saja. Pokoknya beres lah. Aku kamar 22,” katanya.
Kuikuti dia, naik ke lantai 2, dan ia hilang dibalik pintu. Kuketuk 2 kali. Tampak ia berdiri membukakan pintu dengan senyum lebarnya. Aku diajaknya ke ruang duduknya yang nyaman. Dibukanya kancing bajuku yang paling atas, lalu diambilnya softdrink. Kupandangi saja sambil menunggu apa yang akan terjadi. Diputarnya instrumentalia yang lembut diiringi suara desahan yang merangsang birahi.
Terkait
Dan kini dia mulai menari meliuk-liuk di hadapanku. Kupandangi tubuhnya yang berotot namun bisa meliuk dengan seksinya. Sesekali ia mendekat membelai wajahku, dan meremas rambutku. Aku tak kuasa menahan birahiku yang memuncak. Kadang didekatkannya dadaku dan dibiarkannya lidahku memainkannya dan gigiku menggigitnya pelan. Ia mendesah nikmat, tangannya mulai nakal meraba batangku yang sudah mulai mengeras. Makin lama gerakannya makin panas, dan ia lalu menari sambil bergerak-gerak di lantai yang berkarpet tebal. Lanjut baca!

0 Response to "Viral Pesta Anal Sex Bersama Gadis Nakal di Malam Minggu"
Posting Komentar